Saturday, March 9, 2019

BEBERAPA METODE DALAM PENDEKATAN PENELITIAN KUANTITATIF

    Penelitian kuantitatif memaksimalkan objektivitas desain/rancangannya dengan angka-angka, karena fenomena-fenomena dalam penelitian ini diukur objektivitasnya berdasarkan angka-angka dan pengolahan statistik. Misalkan pengamatan fenomena motivasi belajar sebagai variabelnya, skor-skor perolehan tentang motivasi belajar yang dijadikan ukuran dalam membuat gambaran/deskripsi fenomena tersebut untuk setiap objek pengamatan dan perhitungan statistik dengan nilai rata-rata dapat dijadikan ukuran objektif yang mengambarkan secara umum karakteristiknya.
     Beberapa metode dalam pendekatan penelitian kuantitatif, antara lain: (1) metode deskriptif; (2) metode survey; (3) metode korelasional; (4) metode komparatif; (5) metode eksperimental; dan (6) metode ekspost fakto. Penjelasan tentang enam metode tersebut, akan diuraikan sebagai berikut.

A. Metode Deskriptif
    Metode ini merupakan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Fenomena yang diamati digambarkan secara apa adanya tanpa ada perlakuan-perlakuan tertentu atau manipulasi terhadap variabel-variabelnya. Fenomena-fenomena yang digambarkan dapat berlangsung saat ini, saat lampau, atau dalam tahap-tahap perkembangan tertentu. Deskripsi atau gambaran yang dibuat secara sistematis, faktual, dan akurat dalam penyelidikannya. Serta mengkaji bentuk aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, persamaan dan perbedaannya dengan fenomena lainnya. Misalkan penelitian tentang dampak erupsi gunung merapi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal disekitar lokasi erupsi, tingkat kesejahteraan masyarakat terdampak erupsi diamati dan digambarkan apa adanya dan dicatat perkembangannya sebagai mana mestinya, serta dampaknya dengan kondisi sosial yang lain. Penelitian menggunakan metode deskriptif seringkali disebut dengan penelitian deskriptif.
    Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah yang ada, serta tata cara yang berlaku pada situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, sikap-sikap, kegiatan-kegiatan, dan pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Ketika sebuah fenomena digambarkan secara tepat dan apa adanya, maka pertanyaan-pertanyaan seputar hubungan, perbedaan, dan pengembangannya bisa diajukan atau dikaji pada satu periode tertentu atau fenomena-fenomena yang berlainan dipelajari dalam waktu yang bersamaan. Misalkan tingkat kesejahteraan masyarakat terdampak erupsi gunung merapi, masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan seperti: kondisi lingkungan, kondisi fisik dan emosional masyarakat terdampak, kondisi kesehatan, dan lain-lain dapat dikaji secara bersamaan, digambarkan apa adanya, di interpretasikan dan dijelaskan hubungan-hubungannya.
     Penelitian deskriptif tidak hanya dapat digunakan pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif saja, akan tetapi dapat juga dengan pendekatan kualitatif. Persamaannya adalah tujuannya, yaitu menjabarkan/mendeskripsikan fenomena secara apa adanya tanpa rekayasa dan manipulasi keadaan. Perbedaanya adalah bagaimana fenomena tersebut diuangkap, dengan pendekatan kuantitatif tidak ditujukan menggali lebih dalam tentang fenomena tersebut, makna dibalik apa yang tampak dan teramati sehingga lebih objektif, dan subyektifitas peneliti tidak berperan.

B. Metode Survey
      Metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu yang sedang berkembang. Adapun ciri-ciri metode survey adalah: (1) pengumpulan informasi dari sekelompok besar orang untuk membuat deskripsi tentang sikap dan opini terhadap suatu fenomena meliputi beberapa aspek dan karakteristik tertentu; (2) informasi diperoleh dari sampel dan bukan dari populasi; (3) informasi dikumpulkan secara umum dengan pengajuan pertanyaan tertulis (walaupun dapat secara lisan).
    Tujuan penggunaan metode survey adalah untuk memperoleh gambaran umum karakteristik populasi. Peneliti ingin mencari bagaimana anggota dari suatu populasi tersebar dalam satu atau lebih variabel, misalnya: jenis kelamin, suku bangsa (ras), agama, tingkat pendapatan, dan lain sebagainya. Dalam survey, informasi seringkali diperoleh dari responden melalui angket/kuisioner yang disebarkan secara langsung atau melalui perantara.
     Penelitian yang menggunakan metode survey merupakan penelitian ilmiah yang datanya diperoleh dari sampel terpilih dari keseluruhan populasi. Penggunaan sampel inilah yang membedakan metode survey dengan metode sensus. Metode sensus menggunakan populasi secara keseluruhan sedangkan metode survey menggunakan sampel.


C. Metode Korelasional
       Metode ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara sebuah variabel dengan variabel-variabel yang lain. Hubungan ini dinyatakan besarnya melalui koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik, koefisien ini yang menentukan tingkat/keeratan hubungan dan signifikansi menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi bukan sebuah kebetulan belaka. Adanya korelasi antara dua variabel atau lebih tidak diartikan adanya pengaruh atau hubungan sebab akibat (kausalitas) dari sebuah variabel terhadap variabel lainnya.
      Misalkan X dan Y adalah dua buah variabel penelitian. Apabila kenaikan nilai variabel X selalu disertai kenaikan nilai variabel Y, maka kedua variabel memiliki hubungan positif. Sebaliknya apabila kenaikan nilai variabel X selalu disertai penurunan nilai variabel Y, maka kedua variabel memiliki hubungan negatif. Misalkan terdapat hubungan yang positif antara lama belajar siswa perhari dengan nilai akhir semesternya, artinya semakin lama siswa belajar setiap harinya maka akan semakin tinggi nilai akhir semesternya atau sebaliknya semakin sedikit waktu belajar siswa per harinya maka semakin rendah nilai akhir semesternya. Contoh lainnya, terdapat hubungan negatif antara keaktifan siswa dalam kegiatan di luar sekolah dengan prestasi belajarnya. Semakin sering siswa mengikuti kegiatan di luar sekolah maka semakin rendah prestasinya, dan sebaliknya semakin jarang siswa mengikuti kegiatan di luar sekolah maka semakin tinggi prestasinya.

D. Metode Komparatif
       Metode ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan salah satu variabel dengan variabel lainnya dengan cara menguji apakah nilai variabel terikat dalam suatu kelompok memiliki perbedaan dengan nilai variabel terikat dalam kelompok lainnya. Metode komparatif menguji perbedaan-perbedaan antara dua kelompok atau lebih dalam satu variabel.
       Metode ini digunakan apabila peneliti ingin mencari jawaban mendasar tentang sebab akibat (kausalitas) munculnya suatu fenomena melalui analisis faktor-faktor penyebab terjadinya. Dalam penelitian komparatif tidak mudah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding karena tidak memiliki kontrol seperti penelitian eksperimen.

E. Metode Eksperimen
         Metode ini bersifat validasi atau menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang mempengaruhi dikategorikan sebagai variabel bebas (independent variable), sedangkan variabel yang dipengaruhi dikategorikan sebagai variabel terikat (dependent variable). Karena bersifat menguji, maka semua variabel yang di uji harus di ukur dengan menggunakan instrumen yang sudah dibakukan atau terstandarisasi. Untuk menguji apakah perubahan yang terjadi pada variabel terikat diakibatkan oleh perubahan pada variabel bebas, maka semua variabel lain di luar variabel bebas harus dikontrol. Pengontrolannya dilakukan dengan menyamakan karakteristik sampel dalam variabel-variabel tersebut.
        Penelitian yang menggunakan metode eksperimen merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium, meskipun dapat dilakukan di luar laboratorium, tetapi dalam pelaksanaannya tetap menggunakan prinsip atau kaidah penelitian laboratorium. Hal ini terlihat melalui adanya pengontrolan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya eksperimen.

F. Metode Ekspos Fakto
       Penelitian yang menggunakan metode ekspos fakto mengamati hubungan sebab akibat (kausalitas) tanpa ada manipulasi atau pemberian perlakuan tertentu oleh peneliti dan dilakukan terhadap kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi. Hubungan sebab akibat diteliti berdasarkan pada kajian teoritis yang sudah ada. Penelitian ini dapat dilakukan dengan baik, dengan menggunakan kelompok pembanding, kelompok ini dipilih pada subjek yang memiliki karakteristik sama tetapi mengalami kejadian yang berbeda. Peneliti mengidentifikasi kondisi-kondisi yang sudah terjadi dan kemudian mengumpulkan data untuk menyelidiki hubungan dari kondisi-kondisi yang beragam tadi dengan perilaku lanjutan.
       Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kondisi yang sudah ada dapat menjadi penyebab perbedaan lanjutan dalam kelompok subjek. Peneliti berupaya mengetahui apakah perbedaan-perbedaan di antara kelompok (varibel terpisah) telah menyebabkan perbedaan yang teramati pada variabel terikat.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hamdi, A. S & Bahruddin, E. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Bidang Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
  • Setyosari, P. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Prenada Media grup.

No comments:

Post a Comment